Daerah Penghasil Batu kapur di Indonesia
Pengetahuan

Jenis, Fungsi dan Daerah Penghasil Batu Kapur di Indonesia

Indonesia, terkenal dengan kayanya sumber daya alam, salah satunya adalah sumber daya mineral seperti batu kapur. Batu kapur atau yang biasa juga disebut gamping ini merupakan batuan sedimen yang terbuat dari mineral kalsit dan juga aragonit. Batu kapur serta produktanya, banyak sekali dipakai dalam beragam industri, seperti pada industri peleburan logam, industri kaca, ataupun konstruksi bangunan dan lainnya. Nah, ada beberapa daerah penghasil batu kapur di Indonesia, lho. Berikut penjelasan lengkapnya.

Mengenal Batu Kapur

Cadangan batu kapur di Indonesia bisa dibilang sangatlah melimpah. Di mana menurut data di tahun 2004, jumlahnya diperkirakan ada sekitar 2.160 milyar ton.

Batu kapur ini tersusun oleh kandungan kalsium karbonat (CaCO3) yang berbentuk mineral kalsit. Umumnya batu kapur kebanyakan adalah batuan sedimen yang terbentuk organik, yang asalnya dari akumulasi penumpukan cangkang, alga, karang serta pecahan-pecahan dari sisa organisme laut. Yang akhirnya membentuk endapan, dan akan menjadi batuan.

Baca Juga: Berkenalan dengan Jenis-Jenis Pasir, Karakteristik dan Fungsinya

Umumnya, batuan ini terbentuk di laut yang dangkal, tenang serta di perairan yang hangat. Ini bisa dibilang merupakan lingkungan ideal tempat organisme dapat membentuk cangkang kalsium karbonat serta skeleton, yang jadi sumber pembentuk batu kapur. Saat organismenya mati, maka cangkang dan juga skeleton tadi akan menumpuk membentuk sendimen, yang kemudian akan terlitifikasi hingga menjadi batu kapur atau gamping.

penghasil batu kapur di Indonesia dan fungsi batu kapur

Batuan inipun bisa jadi batuan sedimen kimia, di mana batuan ini terbentuk karena adanya pengendapan kalsium karbonat yang berasal dari air danau atau air laut.

Bukan hanya itu saja, batu kapur juga bisa terbentuk lewat penguapan. Stalaktit, stalakmit serta fomasi gua lainnya merupakan contoh batu kapur yang terbentuk karena penguapan. Ini terjadi karena tetesan air merember dari atas, lalu memasuki gua lewat rekahan atau ruang pori yang ada di langit-langit gua, dan menguap sebelum jatuh ke bagian lantai gua.

Saat air menguap, kalsium karbonat yang larut dalam air akan tersimpan pada langit-langit gua. Seiring berjalannya waktu, proses ini akan mengakibatkan terjadinya akumulasi kalsium karbonat di langit-langit gua, yang disebut stalaktit. Atau bisa juga tetesan jatuh ke lantai gua dan menguap, hingga membentuk stalakmit. Batu kapur ini dikenal sebagai ‘travertine’ dan merupakan kelompok batuan sedimen kimia.

Prinsipnya, batu gamping atau kapur ini mengacu kepada batuan yang punya kandungan setidaknya 50% berat kalsium karbonat, yang berbentuk mineral kalsit. Sisanya, batuan ini bisa saja mengandung mineral lain, baik itu kuarsa, mineral lempung, diserit, pirit, feldspar dan lain sebagainya.

Jenis Batu Kapur

Banyaknya daerah yang jadi penghasil batu kapur di Indonesia, membuat banyaknya jenis batu kapur yang dimiliki negara kita. Nah, berikut ini adalah beberapa jenis batu kapur yang umum digunakan:

  1. Kapur bangunan

penghasil batu kapur di Indonesia dan jenis batu kapur

Batu kapur ini dipakai untuk menjadi bahan konstruksi bangunan. Umumnya, batu kapur untuk bangunan proses pembuatannya melalui penambangan, pembakaran serta pendinginan.

Ketika penambangan, batu kapur akan dipecah menjadi ukuran yang tidak terlalu besar agar lebih mudah untuk dibakar. Ketika proses pembakaran, kapur harus dipastikan terbakar seluruhnya. Kemudian, batu kapur akan disiram air untuk proses pendinginan. Di proses ini, batu kapur yang awalnya keras akan menjadi bubuk kapur.

Ada beberapa jenis batu kapur untuk bangunan, yaitu:

  • Batu kapur magnesia; batu kapur yang punya kandungan magnesium karbonat sekitar 5 hingga 20%. Jenis batu ini punya keunggulan untuk membuat bangunan jadi lebih kokoh.
  • Batu kapur dolomite; ini adalah batu kapur yang punya kandungan magnesium karbonat lebih dari 30%, tapi kurang dari 44%.
  • Batu kapur hidrolis; batu kapur ini punya kandungan senyawa lain yang lebih dari 5%, seperti alumina, besi ataupun silica. Soal ketahanan, batu ini terbilang cukup kuat untuk digunakan dalam konstruksi bangunan.
  • Batu kapur mergel; ini adalah jenis batu kapur yang memiliki campuran tanah liat. Biasanya batuan ini didapatkan berbentuk gumpalan lunak serta mudah terlepas. Umumnya, batu kapur mergel dipakai untuk bahan pembuatan semen.
  • Batu kapur marmer; di dalam batu kapur marmer terdapat beragam kandungan unsur senyawa kimia. Di mana batu kapur ini sudah bermetamorfosis atau mengalami proses perubahan, yang membuatnya punya warna dan tekstur yang beragam.
  1. Kapur pertanian

Kapur pun ternyata dapat berguna untuk membantu meningkatkan pH tanah, agar menjadi netral. Ini bermanfaat untuk beberapa jenis tanaman yang kurang toleran pada tanah yang asam, karena tanah yang asam memicu larutan alumunium, mangan dan juga besi yang tinggi.

Penyebab pH tanah menjadi rendah bisa karena curah hujan yang tinggi sehingga unsur hara di tanah pun jadi ‘tercuci’ hingga berimplikasi ke membentuknya tanah yang asam, adanya unsur alumunium, tembaga dan besi yang berlebih, air tergenang terus menerus karena drainase yang tidak baik, dekomposisi bahan organik yang akhirnya mengeluarkan kalsium dari tanah tersebut serta menggunakan pupuk kimia berlebih.

Ada beberapa jenis kapur pertanian, yaitu:

  • Batu kapur tohor; yang proses pembuatannya lewat proses pembakaran.
  • Batu kapur hidroksida; jenis ini terbentuk dari reaksi kapur oksida (CaO) dengan air.
  • Kapur karbonat; asalnya dari penggilingan batu kapur, namun tanpa proses pembakran. Bahannya terbuat dari batu kapur gunung dan juga kulit kerang.

Fungsi Batu Kapur

daerah penghasil batu kapur di indonesia

Batu kapur punya banyak sekali fungsinya bagi kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Dipakai untuk campuran jenis bahan kimia atau yang lainnya
  • Bahan baku banyak olahan barang industri, salah satunya adalah industri semen, sebagai bahan mentahnya
  • Berguna untuk pembuatan keramik
  • Batu kapur yang dihaluskan dapat dipakai untuk agregat sebagai dasar jalan ataupun beton aspal
  • Bahan pembuatan kapur api atau kalsium oksida, kalsium hidroksida, kapur cakar, mortar serta semen
  • Digunakan untuk menetralkan pH tanah pertanian
  • Sebagai pupuk alami
  • Pembuatan kaca
  • Pembuatan kertas, ubin, pasta gigi dan lainnya.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Semen, Tips Memilih serta Cara Menyimpannya

Penghasil Batu Kapur di Indonesia

Di Indonesia, ada beberapa daerah yang jadi penghasil batu kapur, di antaranya:

  1. Sumatera Barat

Potensi batu kapur di Sumatera Barat bisa dibilang sebagai salah satu yang terbesar. Terdapat sekitar 23,23 milyar ton atau 81,02% cadangan batu kapur ada di provinsi Sumatera Barat. Beberapa daerah tersebut di antaranya Lima Puluh Kota, Agam, Tanah Datar, Pasaman, Solok dan juga Sijunjung.

  1. Jawa Barat

Terdapat sekitar 637,82 juta ton cadangan batu kapur berada di Provinsi Jawa Barat.

  1. Jawa Timur

Jawa Timur juga jadi penghasil batu kapur di Indonesia. beberapa daerah di Jawa Timur yang terkenal jadi penghasil utama batu kapur yaitu Pacitan, Tulungagung, Trenggalek, Ngawi, Ponorogo, Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Nganjuk, Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan, Pamekasan, Gresik dan beberapa lainnya.

  1. Jawa Tengah

Beberapa daerah di Jawa Tengah yang punya potensi batu kapur yang melimpah yaitu Wonogiri, Magelang

  1. Sulawesi Selatan

Berada di daerah Bone, Enrekang, Maros, dan Pangkep.

  1. Aceh

Daerah yang banyak ditemukan batu kapur berada di Aceh Selatan.

  1. Lampung

Beberapa di antaranya yaitu di Kecamatan Natar, Kampung Bukit Harapan dan Bangun Rejo.

Itulah beberapa daerah penghasil batu kapur di Indonesia, yang membuktikan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya, salah satunya batu kapur.

Related posts

Mengenal Jenis-Jenis Semen, Tips Memilih serta Cara Menyimpannya

Rostina Alimuddin

Jenis Atap Kanopi Yang Sering Digunakan Di Indonesia

Stefa

Alasan Menggunakan Scaffolding di Dalam Konstruksi Bangunan

Stefa