Kesalahan K3 dalam bekerja
Pengetahuan

Kesalahan Dalam K3 yang Masih Sering Diabaikan Oleh Pekerja

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal vital yang perlu diperhatikan dengan seksama tidak hanya untuk pekerja yang berada di lapangan, tetapi menjadi tanggung jawab perusahaan dimana pekerja tersebut bekerja.

Jika terjadi sesuatu pada saat bekerja maka akan berpengaruh juga pada pendapatan atau keuangan perusahaan. Perusahaan juga akan bertanggung jawab  kepada pekerjaannya, maka pengeluaran yang dikeluarkan akan bertambah.

Terjadinya kecelakaan kerja bisa disebabkan oleh banyak faktor. Meskipun perusahaan sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah agar hal itu tidak sampai terjadi, namun seringkali ada kesalahan yang dilakukan oleh pekerja.

Berikut Kesalahan-Kesalahan Dalam Pengelolaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Kesalahan pada saat bekerja
Source: freepik

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, kamu harus mengetahui dan memahami hal-hal apa saja yang dapat membuat sebuah tempat kerja menjadi berbahaya. Nah, inilah beberapa kesalahan yang biasanya terjadi karena mengabaikan prinsip K3.

1. Menggunakan peralatan kerja dengan cara yang salah

Kesalahan ini sering terjadi di tempat kerja. Pekerja suka menggunakan peralatan kerja yang tidak seharusnya digunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut. Salah penggunaan hingga tidak berfungsinya peralatan menjadi sumber bahaya .

Maka dari itu, kamu harus memastikan kalau para pekerja telah menggunakan peralatan dengan benar. Menggunakan alat dengan benar, dapat membuat pengerjaan proyek berjalan dengan lancar sehingga dapat fokus pada hal-hal lainnya.

Pengawasan dari perusahaan juga berperan penting dalam suatu proyek. Karena perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa peralatan yang digunakan oleh pekerja sudah sesuai dengan pekerjaan yang dilakukannya.

Tak hanya itu, perusahaan juga perlu memastikan bahwa peralatan tersebut terawat dengan baik sehingga tidak membahayakan para pekerja. Pastikan juga perawatan untuk peralatan kerja juga harus diperhatikan agar sesuai dengan ukuran dan fungsinya.

2. Tidak Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)

APD merupakan hal yang seharusnya dikenakan oleh setiap orang yang sedang berada di suatu proyek atau tempat konstruksi. Tetapi sayangnya masih ada saja orang yang mengabaikan untuk tidak menggunakan peralatan yang seharusnya dipakai pada saat berada disuatu tempat konstruksi.

Tidak memakai APD adalah salah satu kelalaian yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan kerja. Hal ini dikarenakan sumber kecelakaan akan semakin banyak terjadi, mulai dari alat atau material yang tidak sengaja jatuh atau terjadinya proses konstruksi yang dapat membuat cedera.

Karena kita tidak tahu kapan dan bagaimana terjadinya kecelakaan dalam bekerja, maka ini sudah menjadi tugas suatu perusahaan untuk mensosialisasikan penggunaan APD pada saat bekerja bagi para pekerja dan memberikan pelatihan agar tahu bagaimana cara menggunakan APD yang sesuai dengan fungsinya.

Tak hanya itu, perusahaan juga wajib memasang rambu kesehatan dan keselamatan kerja (K3) APD di area kerja yang disertai dengan pengawasan dalam mengingatkan pekerja yang tidak menggunakan APD pada saat bekerja atau pada saat di area kerja.

3. Berasumsi dan percaya diri berlebih

Keselahan pada keselamatan kerja yang sering terjadi
Source: freepik

Memiliki kepercayaan diri adalah hal yang baik dimiliki oleh seorang pekerja. Tetapi jika berlebihan dan berujung pada asumsi bahwa segalanya telah berjalan dengan baik dan lancar, hal ini dapat mengakibatkan kecelakaan yang mengancam keselamatan dan kesehatan kerja.

Salah satu cara untuk menghindari hal ini adalah dengan melakukan refleksi setiap harinya untuk mengingatkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja adalah hal yang paling penting dan kecelakaan dapat terjadi pada siapapun.

4. Tidak melapor pada saat terjadinya kecelakaan

Kesalahan yang ini seharusnya jangan diabaikan. Ketika kecelakaan terjadi, tenaga kerja harus segera melapor agar tindakan selanjutnya bisa diambil dan bisa menjadi bahan evaluasi. Langkah awal untuk membangun lingkungan kerja yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja diawali dengan mengakui bahwa kecelakaan bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan siapa saja.

Jika laporan masuk minim atau bahkan tidak ada, akan sulit atau bahkan mustahil bagi kamu untuk membangun dan meningkatkan lingkungan kerja. Pastikan agar pekerja harus melapor ketika kecelakaan terjadi. Hal ini dapat membantu kamu untuk memetakan apa saja yang harus diperbaiki dan hal-hal apa saja yang harus kamu lakukan untuk membangun sistem manajemen yang lebih baik lagi.

5. Terlalu terburu-buru dalam menyelesaikan pekerjaan

Bekerja dengan efektif dan efisien merupakan hal yang baik dan hal yang luar biasa. Tetapi, jangan sampai penghematan waktu berubah menjadi pengeluaran dalam biaya perawatan akibat kecelakaan. Mengejar waktu tidak jarang menjadi alasan utama para pekerja melakukan pekerjaan secara tergesa-gesa.

Karena terburu-buru akibatnya, potensi terjadinya kesalahan yang dapat membahayakan diri pekerja akan semakin besar. Dami menyelesaikan pekerja dengan cepat, faktor keselamatan dan kesehatan sering terabaikan.

Banyak pekerja yang mengabaikan prosedur kerja yang sudah ada. Dengan begitu, potensi kerja lebih mungkin terjadi akibat kelalaian. Maka dari itu, untuk menghindari kecelakaan kerja yang disebabkan oleh deadline, maka penting juga untuk mengetahui cara membuat time schedule proyek agar berjalan dengan lancar.

Baca Juga : Ketahui fungsi, jenis dan pengertian apa itu konstruksi bangunan

Itulah beberapa kesalahan keselamatan dan kesehatan kerja yang harus kamu waspadai. Bangunlah sistem  manajemen yang dapat menangani keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik adalah salah satu investasi terbaik yang bisa kamu lakukan agar perusahaan kamu menjadi lebih baik lagi.

Related posts

Apa Perbedaan Baja Konvensional Dengan Baja Ringan?

Stefa

Berkenalan dengan Jenis-Jenis Pasir, Karakteristik dan Fungsinya

admin

Kelebihan Dan Kekurangan Membuat Mezzanine Menggunakan Baja Ringan

Stefa