Cara Menyimpan Semen
Tips & Trick

4 Cara Menyimpan Semen: Pencegahan, Durasi, dan Tempat Penyimpanan

Semen adalah bahan baku paling penting untuk konstruksi rumah Anda. Tetapi kebanyakan orang tidak memiliki cukup wawasan tentang semen, bahkan tentang tata cara penyimpanannya. Bagaimana cara menyimpan semen yang tepat dan sesuai aturan.

Kebanyakan orang tampaknya tidak menyadari bahwa semen memiliki masa simpan. Umumnya, umur simpan semen adalah 3 bulan. Semen merupakan material higroskopis, yang artinya mudah menyerap kelembaban. Karakteristik semen ini membuatnya lebih mudah digunakan sebelum tanggal kadaluarsa untuk memastikan struktur yang tahan lama.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan menerapkan aturan yang benar untuk menyimpan bahan konstruksi ini. Fasilitas penyimpanan yang dipelihara dengan baik menjaga kualitas dan kelayakan semen yang akan digunakan.

Pentingnya Menyimpan Semen dengan Benar

pentingnya menyimpan semen

 

Penyimpanan semen sangat penting untuk menjaga kualitas dan utilitasnya dan selama Anda menggunakan semen tersebut. Berikut ini beberapa alasan mengapa cara menyimpan semen sangat penting untuk Anda ketahui.

1. Menjaga Kekuatan Semen

Jika semen tidak disimpan dengan baik, maka akan menyerap uap air dari udara daerah atau pasokan lainnya, menyebabkan semen bereaksi dengan bahan kimia. Sifat pengikatan dan kekuatan semen tergantung pada kemampuannya untuk proses kimia. Dari situlah, kekuatan semen akan terpengaruh.

2. Mencegah Penggumpalan Semen

Penyimpanan semen dalam durasi yang terlalu lama, justru dapat menurunkan kekuatan semen dan membuatnya tampak lebih kasar, bahkan mengeras. Itu karena jumlah air yang dibutuhkan untuk membuat pasta semen dengan konsistensi normal akan meningkat, dan waktu pengerasan juga bertambah.

Dalam kasus terburuk, menyimpan semen terlalu lama bisa menimbulkan gumpalan dan membuat semen tidak dapat digunakan.

Karena alasan di atas, maka tindakan pencegahan yang tepat untuk penyimpanan semen seperti durasi dan tempat penyimpanan, pengaturan, kadar air atmosfer dll diperlukan setelah proses pembuatan dan sebelum menggunakannya di lokasi konstruksi.

Karena sifat higroskopis semen, semen menyerap kelembaban dari atmosfer dengan sangat aktif dan mengeras seperti batu yang tidak dapat digunakan untuk tujuan konstruksi. Jadi, penyimpanan semen harus dilakukan dengan hati-hati.

Cara Menyimpan Semen dengan Baik

Cara menyimpan semen
Source: lamudi.co.id

Ada beberapa tindakan pencegahan yang harus selalu Anda perhatikan dalam penyimpanan semen. Berikut ini adalah hal yang harus Anda perhatikan dalam tindakan pencegahan untuk menjaga kualitas semen:

  • Kadar air atmosfer
  • Durasi penyimpanan semen
  • Tempat penyimpanan
  • Pengaturan kantong semen
  • Penarikan atau pengambilan kantong semen

1. Perhatikan Kandungan Kelembaban di Tempat Penyimpanan

Kadar air atau kelembaban bisa jadi bahaya utama bagi semen. Oleh sebab itu, semen harus disimpan sedemikian rupa sehingga tidak dapat terpapar ke atmosfer. Salah satu upaya yang bisa Anda lakukan adalah menggunakan kantong kedap udara untuk mengemas semen.

Penyerapan uap air dari atmosfer juga akan mempengaruhi kualitas semen. Jika semen berbutir halus dan kualitasnya sangat bagus, maka ia akan dengan mudah menyerap kelembaban. Oleh karena itu, perawatan ekstra harus dilakukan untuk jenis semen ini.

Saat Anda menyimpannya di dalam maupun luar ruangan, tingkat kelembaban harus diuji. Jika kadar air lebih dari 5%, maka jangan digunakan sebagai tempat penyimpanan semen.

2. Perhatikan Kondisi Lokasi Penyimpanan Semen

Kantong semen tidak boleh disimpan di tempat terbuka. Sebaiknya, Anda memiliki gudang penyimpanan yang dirancang khusus untuk penyimpanan semen. Buat desain desain khusus gudang yang menyediakan lantai, atap, dan dinding yang kedap air.

Selain itu, lantai gudang didesain agak tinggi dan jauh di atas permukaan tanah. Sediakan juga jendela kecil dengan pintu kedap udara. Penting juga untuk menyediakan sistem drainase yang tepat di dalam dan di luar gudang untuk mengalirkan air, terutama saat musim hujan.

Secara umum, satu kantong semen berisi 50 kilogram semen. Jadi, 20 kantong semen akan membutuhkan ruangan sebesar 1 meter kubik untuk penyimpanan.

3. Durasi Penyimpanan Semen

Waktu penyimpanan juga merupakan faktor yang mempengaruhi kualitas semen, terutama kekuatannya. Semakin lama waktu penyimpanan, maka kekuatan dan elastisitas semen akan semakin berkurang.

Oleh sebab itulah, sebaiknya semen tidak disimpan lebih dari 3 bulan. Jadi, dalam penggunaannya, gunakanlah metode FIFO dalam menyimpan semen.

Artinya, persediaan semen yang pertama masuk atau lebih lama disimpan harus Anda gunakan terlebih dahulu. Baru kemudian menggunakan persediaan semen yang baru datang atau lebih baru.

Jika disimpan lebih dari 3 bulan, maka sebaiknya Anda menguji kekuatan semen terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Berikut ini tabel persentase pengurangan kekuatan semen selama periode penyimpanan yang bisa Anda gunakan untuk memprediksi:

Masa Penyimpanan 3 bulan 6 bulan 1 tahun 5 tahun
% Pengurangan kekuatan semen 20% 30% 40% 50%

Jika semen disimpan lebih lama dan kekuatannya diketahui berkurang, maka semen tersebut tidak direkomendasikan untuk konstruksi. Tapi bagaimanapun, Anda dapat memulihkan kembali kekuatan semen dengan penggilingan vibro.

Metode ini dinilai mampu meningkatkan kualitas kehalusan semen yang disimpan dalam waktu lama dan membuatnya dapat digunakan kembali untuk tujuan konstruksi.

Pengambilan Kantong Semen

Ketika waktu penggunaan tiba, Anda pasti perlu mengambil kantong semen dari tumpukan yang ada di gudang penyimpanan. Maka dari itu, kantong semen harus dikeluarkan sedemikian rupa sehingga kantong yang pertama kali ditempatkan di gudang penyimpanan harus ditarik terlebih dahulu.

Agar proses pengambilan kantong semen lebih mudah, Anda disarankan untuk menumpuknya secara bersilang layaknya menumpuk batu bata. Metode penumpukan ini juga membuat tumpukan kantong semen jadi tidak mudah jatuh.

4. Susunan Kantong Semen

Untuk mendesain gudang penyimpanan semen, sebaiknya dibuat dari bahan kayu. Gudang kayu sangat cocok untuk penyesuaian atmosfer untuk mengumpulkan dan menyimpan semen untuk waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, pengorganisasian dan pengumpulan kantong semen tergantung pada kondisi dan situasi gudang.

Semen harus ditempatkan pada platform atau alas kayu di atas 150 mm sampai 200 mm dari lantai tanah. Setiap bundel kantong semen harus disusun berdempetan agar udara tidak dapat melewati atau masuk ke dalamnya.

Selain itu, penting untuk menempatkan tulisan berisi tanggal dan tempat pembuatan harus di bagian depan, sehingga pekerja dapat memahami kondisi semen. Di atas panggung kayu yang telah disiapkan, kantong-kantong semen harus disusun satu di atas yang lain yang membentuk tumpukan kantong-kantong semen.

Setiap tumpukan tidak boleh terdiri dari tidak lebih dari 10 kantong semen. Jangan biarkan tumpukan semen menyentuh dinding gudang dan harus berjarak 300 mm dari dinding luar.

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, untuk mencegah keruntuhan tumpukan tinggi, penumpukan silang sangat direkomendasikan untuk menyimpan semen seperti saat Anda menumpuk batu bata. Akan lebih lagi jika semua tumpukan diberi alas tahan air untuk perlindungan jangka panjang.

Dan yang tak kalah penting, tumpukan harus terdiri dari jenis semen yang sama. Untuk setiap tumpukan tanggal penyimpanan juga harus dicatat untuk mengetahui periode penyimpanannya.

Itulah informasi tentang cara menyimpan semen dengan baik supaya kualitasnya tetap terjaga selama digunakan. Untuk mendapatkan semen yang berkualitas baik untuk tujuan konstruksi, Anda bisa percayakan kepada TOPMATERIAL.ID.

Karena kami telah dikenal sebagai distributor material pembangunan, seperti batu bata hingga semen untuk berbagai kebutuhan proyek. Metode penyimpanan hingga pengiriman yang kami lakukan senantiasa konsisten untuk menjaga kualitas bahan bangunan agar sampai di tangan Anda dalam keadaan baik dan siap guna.

Related posts

Cara Mengatasi Bocor Di Pertemuan Atap Dan Dinding

Stefa

Cara Menghilangkan Karat Pada Besi Dengan Cepat dan Mudah

Stefa

Inilah Penyebab Tembok Retak Tembus dan Cara Memperbaikinya

Stefa