Jenis atap kanopi
Pengetahuan

Jenis Atap Kanopi Yang Sering Digunakan Di Indonesia

Kanopi adalah suatu struktur pada bangunan yang fungsinya serupa dengan atap. Dengan adanya kanopi, dapat memberikan perlindungan panas dan hujan. Tak hanya itu, kanopi juga dapat mempercantik bangunan dan menambah nilai estetika dari sebuah bangunan. Sebelumnya kamu harus mengetahui dan memahami jenis-jenis kanopi apa saja yang sering digunakan di Indonesia.

Biasanya kanopi digunakan pada bagian yang terpisah dari bangunan rumah seperti garasi atau taman. Tapi kanopi juga bisa digunakan untuk mempercantik tampilan rumah saja. Nah, apa saja sih jenis kanopi?

Apa Saja Jenis Kanopi Yang Digunakan?

Mengenal Jenis atap kanopri bangunan

Saat ini banyak sekali jenis bahan atap kanopi yang bisa dijadikan pilihan untuk rumah atau bangunan kamu. Kanopi dibuat secara permanen, meskipun permanen ada juga yang mudah dibongkar pasang. Berikut jenis atap kanopi yang biasa digunakan di Indonesia.

Baca Juga : Tips Menata Rumah Minimalis

1. Atap Kanopi Alderon

Jenis atap kanopi alderon terbuat dari bahan Unplasticzide Polyvinyl Chloride (UPVC). Jenis atap ini biasanya disebut dengan Alderon Deck. Bentuknya mirip dengan kanopi spandek, tetapi kanopi alderon ini memiliki struktur berongga (twin wall) sebagai penahan panas sekaligus peredam suara.

Kanopi alderon termasuk salah satu jenis kanopi yang paling kuat. Karena kanopi ini dapat menahan beban hingga 150 kg. Jika diinjak pun kanopi alderon tidak akan pecah atau rusak. Tingkat ketahanan yang tinggi membuat kanopi alderon ini memiliki harga yang relatif lebih mahal. Biasanya harga kanopi alderon dimulai dari Rp. 100.000 per 1,2x860x2110mm.

Harga tergantung dari ukuran dan jenisnya. Kanopi alderon memiliki 3 jenis yaitu alderon twinwall, alderon RS dan alderon lite. Alderon Rs memiliki harga yang lebih terjangkau dan tingkat ketebalannya sedang. Tetapi untuk kualitas ketiganya memiliki kualitas yang sangat cocok untuk atap rumah kamu.

2. Atap Kanopi Polycarbonate

Jenis atap kanopi polycarbonate adalah jenis kanopi yang sering digunakan karena mudah ditemukan dan cukup tahan lama. Material dari polycarbonate sendiri terbukti mampu menyerap serta menahan sinar matahari dengan adanya fungsi UV Protection. Jika digunakan dengan normal. maka polycarbonate mampu bertahan hingga 10 tahun.

Bahan kimia yang menyusun kanopi ini membuat tingkat kelenturan yang tinggi sehingga kanopi yang dibuat dari material ini pun lebih mudah untuk dibentuk dan ringan. Tak hanya itu, polycarbonate juga memiliki beberapa aneka warna, mulai dari warna netral hingga warna hijau dan ungu. Jenis polycarbonate yang biasa kamu temui dipasaran adalah Lexan, Twinlit, Starlite, Solarflat, Solartuff, Carbolux, Lexan Carboron, GE, Molydex, X-Lite, Cladian, dan Plast.

3. Atap Kanopi Spandek

Jenis atap kanopi spandek terbuat dari bahan dasar aluminium dengan campuran seng. Ciri utama dari atap kanopi spandek adalah bentuknya yang bergelombang serupa dengan genting yang sudah disusun. Jika dibandingkan dengan polycarbonate, kanopi spandek memiliki ketahanan yang lebih tinggi.

Kanopi spandek memiliki durability yang lebih lama lagi sekitar 30 tahun. Jika dari segi harga, kanopi ini juga relatif lebih terjangkau. Sayangnya, kanopi spandek ini kurang dekoratif jika digunakan untuk mempercantik rumah. Jadi tidak heran jika banyak yang membeli kanopi spandek dan dicat kembali.

Tapi, kamu harus pertimbangkan lagi untuk penggunaan atap ini jika kamu tinggal di tempat yang panas dan berisik jika turun hujan karena biasanya jenis atap ini biasa digunakan untuk pabrik.

4. Atap Kanopi Fiber

Jenis atap kanopi ini bisa menjadi solusi pengganti atap kaca. Biasanya dipakai menjadi kanopi dari garasi rumah. Penggunaan kanopi ini, cocok untuk lokasi pabrik yang membutuhkan intensi cahaya lebih tinggi dan biasanya pada ruangan yang cukup banyak memiliki ventilasi udara.

Pelaku industri biasanya memilih jenis atap Alsynite karena jangka waktu dan ketahanannya bisa bertahan hingga 25 tahun. Tak hanya itu, instalasinya pun cepat dan praktis.

5. Atap Kanopi Onduline

Jenis atap kanopi ini salah satu jenis kanopi yang populer. Bentuknya bergelombang, namun jarak antar gelombangnya lebih rapat dibandingkan dengan kanopi spandek. Kanopi ini populer karena bentuk dan kegunaannya sangat luas. Kamu bisa menggunakannya sebagai kanopi taman hingga atap rumah.

Tak hanya itu, kanopi onduline mampu meredam suara dengan baik terutama pada saat suara bising dari air hujan. Kanopi ini juga tahan terhadap angin. Untuk kekuatannya sendiri, onduline mampu bertahan hingga 900 kg/m2.

6. Atap Kanopi Go Green

Jenis atap kanopi ini dinamakan go green karena jenis atap ini terbuat dari bahan yang ramah lingkungan. Bahan dan material pembuatannya cenderung lebih sedikit menggunakan bahan kimia asbestos dan sudah teruji lulus 100% bahan B3.  Jenis atap ini juga dapat dipaduka dengan jenis atap kanopi baja ringan lainnya.

Untuk harganya juga cukup ekonomis, tahan lama dan memiliki lapisan ultraviolet. Jenis atap kanopi cenderung kuat, bebas dari karat dan lebih fleksibel. Harga atap kanopi ini mulai dari Rp. 60.000an

7. Atap Kanopi Galvalum

Jenis atap kanopi ini akhir-akhir ini sering digunakan oleh rumah tangga yang memiliki jenis rumah yang minimalis. Kelebihan dari jenis atap kanopi ini adalah pemasangannya yang mudah dan bisa dilakukan sendiri. Bahannya juga relatif murah, dan memiliki sifat yang non-combustible.

8. Atap Kanopi Membrane

Jenis atap kanopi ini dapat dibilang merupakan salah satu atap yang mahal harganya. Walaupun begitu, banyak orang yang membelinya. Pasalnya, dengan harga yang cukup mahal, jenis atap kanopi ini menawarkan daya tahan yang tinggi serta durabilitas yang cukup lama. Tak hanya itu, jenis ini dapat menambah nilai estetika dari rumah kamu. Bahan kanopi ini memiliki sifat terhadap matahari dan membuatnya meredam panas.

Itulah beberapa jenis-jenis kanopi yang dapat melindungi dan mempercantik rumah kamu. Semoga informasi ini bermanfaat.

Related posts

Macam-Macam Pondasi Rumah Terbaik

Stefa

Apa Itu Besi Cor? Apa Saja Jenis-Jenis Besi Cor?

Stefa

Mengenal Bekisting Konstruksi, Jenis-Jenis serta Fungsinya

Rostina Alimuddin